KEDIRI – SMA Negeri 4 Kota Kediri menggelar peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 H pada Jumat, 23 Januari 2026. Kegiatan ini terlaksana dengan punuh hikmad dan antusias tinggi dari seluruh warga sekolah, mulai siswa, guru, serta straf kariawan. Bertempat di masjid Al-Hikmah SMA Negeri 4 Kota Kediri kegiatan di mulai pada pukul 07.00 WIB dengan penampilan grub Banjari Bidayatul Musthofa yang melantunkan lagu-lagu sholawat yang merdu. Lantunan salawat yang diiringi tabuhan rebana yang harmonis berhasil membangun suasana religius dan menyejukkan hati seluruh warga sekolah.
Sambutan Kepala Sekolah: Mewujudkan Visi Generasi Sholeh
Dalam kegiatan ini Bapak Muhibbuddin, M.Pd.I .- kepala SMA Negeri 4 Kota Kediri menyampaikan bahwa peringatan Isra’ Mi’raj dilaksanakan setiap tahun sebagai bagian dari kegiatan rutin peringatan hari besar Islam. Bukan sekedar seremonial kegiatan ini menjadi bentuk realisasi nyata dari visi misi sekolah, yakni mencetak generasi yang sholeh. Beliau menekankan dengan peringatan Isra’ Mi’raj siswa-siswi mampu meneladani sifat dan perilaku Nabi Muhammad SAW sebagai suri tauladan. Diharapkan para siswa mampu menjadi generasi intelektual, mampu mengikuti perkembangan zaman, juga yang terpenting memiliki akhlakul karimah dimanapun berada.

Bapak Muhibbuddin memberikan sambutan dalam kegiatan.
Mauidhoh Hasanah: Relevansi Isra’ Mi’raj di Era Modern
Puncak acara diisi dengan ceramah agama atau mauidhoh hasanah oleh KH. Faris Idrisa (Gus Faris) dari Pondok Pesantren Al Amien, Kota Kediri. Beliau memaparkan makna yang mendalam di balik perjalanan agung Rasulullah SAW dan bagaimana menarik relevansinya ke dalam kehidupan masa kini.

Mauidhoh hasanan KH. Faris Idrisa.
Pertama Gus Faris menjelaskan bahwa dalam sejarahnya, Isra’ Mi’raj adalah bentuk "healing" atau pemulihan spiritual yang diberikan Allah kepada Rasulullah SAW. Karena saat itu, Nabi tengah berada dalam masa terpuruk atau tahun kesedihan. Dimana beliau baru saja ditinggal dua orang yang selalu mendukung dalam berdakwah, beliau adalah istri (Siti Khatijah) dan paman nabi (Abu Tholib). Perjalanan agung ini membuktikan bahwa ketika hamba-Nya berada di titik terendah, Allah memberikan penghiburan dengan sesuatu yang tak disangka. Pristiwa ini menjadi titik balik Nabi untuk lebih kuat dalam menghadapi segala rintangan ketika mensyiarkan ajaran Islam ke segala penjuru.
Dalam ceramahnya, Gus Faris menekankan beberapa hal yang harus dipedomani oleh para siswa untuk sukses di masa depan :
- Pengendalian Diri: Setiap individu pasti memiliki permasalahan yang membuat sedih atau terpuruk, maka kita harus mampu mengendalikan hawa nafsu dan mendekatkan diri kepada Allah. Pengendalian diri ini menjadi kunci apa dan bagaimana keadaan kita di masa yang akan datang, sehingga kita perlu belajar sejak dini mengendalikan diri untuk selalu melaksanakan tugas dan kewajiban dengan sebaik mungkin.
- Optimisme dalam Kesulitan: Mengutip ayat Inna ma'al ‘usri yusro, beliau mengingatkan bahwa sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Setiap ujian pasti ada jalan keluarnya. Maka kita harus selalu optimis dalam menghadapi semua permasalahan.
- Memahami Makna "Healing": Beliau meluruskan bahwa healing terbaik adalah mendekatkan diri kepada Sang Pencipta, sebagaimana Nabi yang diangkat ke Sidratul Muntaha saat masa sulitnya. Sebagai muslim kita harus meniru Rosululloh termasuk ketika mendapatkan cobaan, bagaimana kita tetap mendekatkan diri kepada Allah dengan sholat, dzikir, dan ibadah-ibadah lainnya yang dapat membuat hati tenang.
Kegiatan diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin oleh Gus Faris, memohon agar seluruh keluarga besar SMA Negeri 4 Kota Kediri senantiasa diberikan kemudahan dalam menuntut ilmu dan istiqomah dalam mengamalkan ilmu sesuai ajaran Rosululloh SAW.

Antusiasme siswa mengikuti kegiatan Isra' Mi'raj (1).

Antusiasime siswa mengikuti kegiatan Isra' Mi'raj (2).
Penutup
Melalui kegiatan ini, diharapkan para siswa tidak hanya membawa pulang ilmu secara kognitif, tetapi juga membawa perubahan positif dalam perseptif dan perilaku, sehingga timbul semangat yang tinggi dalam menjalankan ibadah kepada Allah. Juga siswa-siswi mampu meneladani sifat Nabi Muhammad SAW dengan seksama sebagai pegangan dalam mengarungi kehidupan dunia yang senantiasa berkembang dengan pesat.

